Menu
Redaksi Hari Ini

Masyarakat Pilih Pakai Pertalite, Pengusaha Pertashop Sulit Bayar Utang Hingga Usaha Disita Bank

  • Share
Masyarakat Pilih Pakai Pertalite, Pengusaha Pertashop Sulit Bayar Utang Hingga Usaha Disita Bank

Pagarsehat.web.id – Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Sitompul mengungkapkan, besarnya perbedaan harga antara Pertamax dan Pertalite membuat pengusaha Pertashop terpaksa menutup sementara usaha mereka.

Hal ini karena banyak masyarakat kecil yang membuka usaha Pertashop dengan pinjam uang. Kenaikan harga Pertamax sangat berpengaruh bagi Pertashop karena pelanggan memilih beli Pertalite di SPBU. Sementara, pinjaman mereka harus tetap dilunasi.

“Karena mati suri tidak mampu lagi membayar, akhirnya kredit macet, Pertashop disita oleh bank. Kami sangat prihatin karena mereka adalah orang-orang kurang mampu yang meminjam uang dari bank untuk membangun itu,” kata Hendrik.

Untuk diketahui, selisih harga Pertamax dengan Pertalite sekitar Rp5.000 per liter berdampak terhadap bisnis Pertashop sebagai lembaga penyalur resmi berskala kecil yang menyediakan BBM nonsubsidi dan produk lain dari Pertamina di daerah yang jauh dari SPBU.

Baca Juga:
Kenapa Pelanggan Diminta Pakai MyPertamina Padahal Dilarang Main HP di SPBU?

Pemerintah diminta segera merespons usaha Pertashop yang mati suri akibat ditinggalkan pembeli yang lebih memilih BBM murah lantaran perbedaan harga antara Pertamax dan Pertalite yang cukup besar.

Ia menceritakan, kerap dicurhati oleh pengusaha Pertashop mengenai kapan harga Pertalite naik dan apakah harga Pertamax akan kembali naik.

“Masalah Pertashop ini sangat serius. Tolong pemerintah merespons cepat,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Sitompul¬† di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Ia sendiri mengaku tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu lantaran kewenangan mengubah harga BBM ada di tangan pemerintah.

Ia menuturkan, Asosiasi Paguyuban Pertashop akan melakukan unjuk rasa ke Kementerian BUMN untuk meminta pertanggungjawaban dari pemerintah yang memprioritaskan pembangunan Pertashop di berbagai daerah.

Baca Juga:
Pengusaha Minta Kenaikan UMP Buruh Tiap Tahun Menyesuaikan Kondisi Ekonomi

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa konsumsi Pertamax anjlok hingga 20 persen akibat konsumen BBM nonsubsidi beralih membeli BBM bersubsidi. Saat ini, harga jual Pertamax Rp12.500 per liter, sedangkan harga jual Pertalite Rp7.650 per liter.



#Masyarakat #Pilih #Pakai #Pertalite #Pengusaha #Pertashop #Sulit #Bayar #Utang #Hingga #Usaha #Disita #Bank

Sumber : www.suara.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.